Berita Lainnya

Bertani di Tengah Iklim yang Tak Menentu

no-image Selasa 04/12/2018
no-image BAF Indonesia
no-image 58

Cuaca yang semakin tidak bisa diprediksi membuat seringkali petani mengalami kegagalan dalam panen atau hama. Pergantian cuaca yang cukup ekstrim membuat ancaman panen kebutuhan pokok kian menghantui. Cara yang paling tepat menghadapi anomali iklim ini adalah pertanian dibuat lebih efisien sehingga dapat mengantisipasi paceklik. Hal ini merupakan dilema tersendiri karena perubahan iklim yang terjadi juga merupakan hasil dari emisi gas rumah kaca yang dibangun untuk pertanian dan perkebunan. Penggunaan rumah kaca sebenarnya menanggulangi cuaca yang membuat seringnya gagal panen. Tanaman yang ada dalam rumah kaca biasanya tak terhalang oleh berbagai cuaca sehingga tetap dapat panen.

 

Mengutip dari Vice 28 Oktober 2018, Tim Sumber Nutrisi Harvard menciptakan model Harvard Healthy Eating Plate yang merupakan model nutrisi ideal. Anjuran untuk menambahkan penanaman 3 porsi buah dan sayuran, 2 porsi protein serta pengurangan 6 porsi gula per orang. Namun sayangnya ini merupakan ukuran porsi yang tetap karena tetap ada perbedaan kebutuhan asupan protein, nutrisi dan kalori setiap orang tergantung dari ukuran tubuh, umur, jenis kelamin, hingga aktivitasnya.

 


LIHAT CARA JADI PETANI MODERN

Cara Mudah Jadi Petani Modern


 

Semakin bertambahnya populasi manusia di bumi membuat konsumsi bahan pangan juga meningkat. Pemenuhan kebutuhan kalori sudah terpenuhi tapi sayangnya bukan nutrisi. Menanggulangi hal ini solusi yang bisa dilakukan adalah mengurangi konsumsi daging merah. Alternatif lain adalah mengkonsumsi protein alternatif seperti ganggang, jamur dan meningkatkan konsumsi daging ikan. Menghadapi segala tantangan perubahan iklim ini tak berarti kita menyerah pada keadaan. Begini cara supaya kamu tetap bisa bertani di iklim yang tak menentu.

 

Menggunakan teknologi adaptasi

Teknik sederhana menghadapi perubahan iklim adalah menggunakan kalender tanam. Mengacu pada pola tanam berdasarkan pola curah hujan serta ketersediaan irigasi air. Kemudian menggunakan varietas unggul dari tanaman yang ada, misalnya saat musim kering menanam tumbuhan palawija atau umbi-umbian. Kemudian ketika musim hujan bisa dimanfaatkan untuk menanam sayur-mayur yang memerlukan jumlah air yang lebih.

 

Mencari alternatif unsur hara baru

Membakar lahan setelah selesai panen membantu menciptakan unsur hara selain penggunaan pupuk kimia yang kurang baik untuk hasil panen, tanaman serta tanah yang digunakan. Arang yang tercipta akibat pembakaran tanaman dapat menjadi pupuk alami sehingga ketika diolah dapat meningkatkan kesuburan tanah.

 

Selain metode pembakaran juga menggunakan kotoran hewan untuk meningkatkan unsur hara pada tanah. Kotoran pada ternak yang sering ada di kandang dikumpulkan untuk diolah di lahan atau tanah yang akan digunakan untuk bercocok tanam. Kotoran hewan merupakan pupuk alami yang paling aman dan bermanfaat untuk kesuburan tanah.

 

Pengolahan yang baik juga harus diperhatikan. Penggunaan traktor untuk membajak sawah juga harus diperhatikan kualitasnya. Mesin tanam padi dan panen padi juga harus yang terbaik untuk mendapatkan hasil padi yang unggul. BAF Friends bisa mengajukan ketiga mesin tersebut lewat pengajuan pembiayaan mesin pertanian di BAF. Ada dua pilihan merk yaitu Kubota dan Yanmar lho. Isi data diri lengkap kamu di bawah ini untuk pengajuan langsung.


 

AJUKAN KREDIT SEKARANG!

 

 

DAPATKAN PRODUK IMPIAN ANDA SEKARANG

Berita Terbaru

Dana Syariah Syana

5 Ide Usaha untuk Akhir Tahun

Kamis 13/12/2018

Simak selengkapnya 5 ide usaha untuk akhir tahun!

Ide Resep Mudah Kue Natal

Selasa 11/12/2018

Modal Usaha Pentol Pedas

Jumat 07/12/2018

Ragam Usaha dengan Modal di Bawah 10 Juta

Senin 26/11/2018